Taukah kamu apa itu dopamin?

 


Pernahkah kamu mendengar tentang dopamin? Dopamin adalah salah satu neurottransmitter atau senyawa kimia endogen di dalam otak kita yang bertugas sebagai alat perantara antar satu sel ke sel yang lainnya, sehingga informasi dapat tersampaikan. Dopamin hanya salah satu dari senyawa kimia yang ada dalam otak kita, tapi kali ini kita belajar salah satu dulu ya. Sebelumnya, saya sudah membahas tentang salah satu bagian otak manusia, yaitu otak besar atau cerebrum, yang belum cek, bisa cek disini.

Apa pengaruhnya dopamin dalam tubuh? Ternyata dopamin memiliki efek pada pergerakan (movement), emosi, sensasi kesenangan, konsentrasi, dan rasa sakit. Jika tubuh kita memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit dopamin, dapat menyebabkan munculnya gangguan pada kesehatan mental seseorang.

Terlalu banyak dopamin dalam otak, ditengarai berhubungan dengan gangguan psikologis yang disebut skizofrenia, atau bahasa awamnya gila. Terlalu sedikit dopamin dalam otak, dihubungkan dengan gangguan psikologis, seperti ADHD, kecemasan, dan depresi. Kurangnya dopamin, membuat kita tidak bisa merasakan sensasi dari kesenangan, kebahagiaan, dan keberhasilan.

Apa tandanya kalau kita memiliki kadar dopamin yang rendah? Jangan lupa, ini hanya tanda yang terlihat secara umum, untuk memastikannya, anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan hasil lebih pasti. Kurangnya dopamin juga bukan satu-satunya penyebab anda mengalami hal-hal tersebut ya. Kembali pada tanda-tanda umum kalau kita kekurangan kadar dopamin:

-          Sulit untuk berkonsentrasi

-          Gampang lupa

-          Moody

-          Insomnia

-          Kurang termotivasi untuk melakukan sesuatu

-          Tidak bisa fokus pada satu kegiatan

-          Mengalami kesulitan untuk menghandle stres

-          Tidak berhasil menyelesaikan suatu tugas sederhana

-          Gangguang pencernaan

-          Kram, nyeri otot

-          Tidak bertenaga

-          Berkurangnya keseimbangan motorik

Nah, secara umum kalau kita kekurangan dopamin, kita menjadi kurang termotivasi untuk melakukan sesuatu, sulit untuk berkonsentrasi dan fokus untuk menyelesaikan sesuatu, dan emosi menjadi tidak stabil. Terasa familiar? Hehehe tapi jangan serta merta langsung menyalahkan dopamin ya, kalau anda enggan mengerjakan tugas sekolah / kuliah / kerjaan ya.. bisa saja anda hanya merasa malas.

Supaya kita lebih bersemangat dan termotivasi untuk melakukan sesuatu, salah satu yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan level dopamin dalam tubuh kita. Dopamin bisa meningkat kadarnya saat seseorang mengalami sesansi yang menyenangkan. Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan dopamin dalam tubuh kita?

1. Makan makanan yang tinggi kandungan tirosin. Makan yang memiliki kandungan tirosin adalah alpukat, telur, pisang, almond, kacang-kacangan, ayam, dan ikan

2. Belajar melakukan meditasi. Meditasi membantu kita belajar fokus dan konsentrasi, hal ini membantu meningkatkan dopamin. Saat konsentrasi dan fokus membaik, kita akan merasa lebih bahagia

3.  Olahraga / bergerak secara rutin.  Belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara olahraga dan meningkatkan dopamin. Akan tetapi, bergerak membuat tubuh kita menjadi lebih baik, dan tentu saja secara tidak langsung akan meningkatkan dopamin kita

4. Perbaiki pola tidur. Pola tidur yang tidak teratur membuat tubuh kita menjadi lebih rentan pada penyakit dan menjadi tidak homeostatis, dengan memperbaiki pola tidur, tubuh kita menjadi lebih sehat

5.  Mandi dengan air dingin. Studi menunjukkan mandi menggunakan air dengan temperatur 14C° / 57F° dapat sigifikan meningkatkan level dopamin

6.  Mengurangi konsumsi yang mengandung gula. Secara umum, terlalu banyak gula akan berdampak negatif pada tubuh. Dengan mengurangi konsumsi gula, akan membuat tubuh kita menjadi lebih sehat

7.  Lebih sering berjemur. Sinar matahari banyak memiliki kegunaan untuk tubuh kita, salah satunya untuk meningkatkan level dopamin

Fakta tentang Dopamin:

-          Bertanggung jawab pada memori jangka panjang

-          Neurotrasmitter yang menjadi sumber untuk membangun fokus

-          Bertanggungjawab untuk perilaku adiktif (kecanduan)

-          Dopamin dan Leptin merupakan 2 hormon yang memiliki efek pada rasa lapar

Referensi: anxiety-gone.com, halodoc, visual.ly

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persepsimu Harimaumu

I’am happy as I am, and you can too